Langsung ke konten utama

Sinopsis, nilai instrinsik, dan ekstrinsik Film Jembatan Pensil

Sinopsis, nilai instrinsik dan ekstrinsik film Jembatan Pensil



1. Nilai instrinsik 

Judul                   : Jembatan Pensil
Tema                   : Perjuangan anak sekolah dasar                                    yang   tidak pernah mengeluh                                        untuk bersekolah
Genre                  : film anak
Sutradara           : Hasto Broto
Produser            : Tyas Abiyoga
Penulis naskah :Exan ZenGenreDrama
Produksi             :Grahandhika Visual
Tanggal rilis       :7 September 2017
Produksi             :Grahandhika Visual

Para Pemain      :
  • Didi Mulya sebagai ondeng 
  • Azka Marzuki sebagai Azka
  • Permata Jingga sebagai Yanti
  • Nayla D. Purnama sebagai Nia
  • Angger Bayu sebagai Inal
  • Vickram Priyono sebagai Atta
  • Meriam Belina sebagai Farida 
  • Kevin Julio sebagai Gading 
  • Alisia Rininta sebagai guru Aida
  • Agung Saga sebagai armand
  • Andi bersama sebagai pak guru
  • Deden Bagaskara sebagai pamone

Penokohan        :
  • Ondeng          : baik hati, suka menolong  suka                                    menggambar meskipun                                                  mempunyai  keterbelakangan                                        mental
  • Azka.              : baik, dan penyayang suka menolong
  • Yanti.             : baik dan penyayang dan suka                                       membantu ibunya untuk berjualan
  • Nia                 : baik dan penyayang periang
  • Atta                : suka jail dan jengkel
  • Inal                : baik dan penyayang periang,                                         meskipun mempunyai                                                     keterbelakangan mental dan fisik                                 yaitu tidak bisa melihat, tetapi dia                               mempunyai semangat tinggi untuk                             bersekolah
  • Ibu Farida    : baik , tetapi agak keras
  • pak guru       : baik hati, sabar penyayang, dan                                    peramah
  • Aida               : baik hati, penyayang, sabar, murah                              senyum
  • Gading           : baik hati, sabar, penyayang , suka                                menolong
  • Arman           : baik, dan perhatian
  • pak mone      : baik hati, sabar, penyayang

Latar                  :

  •  Waktu 
Latar waktu dalam film ini berlangsung pada tahun 2017.

  • Suasana 
latar suasana yang digambarkan dalam film ini adalah bermacam macam seperti senang, sedih , dan cemas.

  • Tempat 
latar film yang di gambarkan adalah sebuah sekolah yang tidak mempunyai lantai, jendela maupun pintu. Dan ada juga di jembatan didekat sungai didalam hutan  menuju ke sekolah yang cukup mengerikan karena jembatan tersebut sudah mulai rapuh,
Serta rumah yang mereka tempati.

Amanat                :
Jangan pernah menyerah dan bersemangat untuk mewujudkan cita-cita meskipun selalu ada  rintangan yang harus dihadapi, dan tidak pernah putus asa dalam menjalani kehidupan ini.

Sudut pandang   :
Dalam film ini menggambarkan sudut pandang orang pertama.

Gaya bahasa       :
menggunakan bahasa daerah yaitu bahasa daerah Sulawesi tenggara.

Alur cerita          :
  • Pengenalan masalah
Setiap hari temen-temen ondeng dalam perjalanan nya kesekolah selalu Melawati jembatan yang rapuh itu. dan ondeng pun selalu menunggu teman-teman nya tersebut.
  • masalah yang dihadapi
Ternyata jembatan tersebut saat di lewati oleh teman teman  ondeng, jembatan tersebut tidak tahan lagi dan akhirnya roboh. Teman teman ondeng pun jatuh ke sungai dan tidak bisa berenang. Ondeng menyelamatkan teman teman nya itu. Dan akhirnya telat untuk mengikuti upacara bendera sesampai di sekolah  langsung hormat ke sang bendera merah putih.
  • Penyelesaian masalah
Mereka pun di tanya oleh pak guru dan guru aida mengapa bisa terjadi seperti itu.ditengah mereka menceritakan , Atta dan teman-teman menertawakan mereka.
Dan akhirnya pak guru pun memberitahu kepada semua murid bahwa mereka mempunyai semangat tinggi untuk bisa bersekolah dan mereka sudah lebih dulu belajar pada alam sebelum belajar di SD tersebut. Bu guru aida pun mengajak semua anak untuk belajar kepada alam , merekapun  sangat senang.
Mereka diajak keatas bukit untuk melihat pemandangan yang sangat indah dari atas bukit.dan Bu guru aida menyuruh menulis harapan yang ingin dicapai , tetapi alat tulis mereka tidak ada dan ondeng Mempunyai satu pensil dan ondeng pun membelahnya menjadi 4 bagian untuk teman-teman nya.
Keesokan harinya gading dan bu uru Aida mengajak mereka menulusuri lukisan yang berada di goa itu dan memberikan pengetahuan tentang lukisan serta memberi motivasi agar tetap semangat dalam menjalani hidup. Dan bu guru Aida menyuruh mereka membuat satu keinginan tentang pensil sesuai dengan pemikiran mereka. Satu persatu menyebutkan keinginan mereka, dimulai dari Azka yang ingin menjadi seorang presiden, Yanti ingin menjadi seorang dokter, Nia ingin mendatangkan beasiswa, Inal ingin membanggakan ibunya, dan ondeng ingin membuat jembatan pensil.
Suatu hari ondeng sakit dia demam dia terus mengucap " jembatan , bantu teman" sampai beberapa kali. Dan akhirnya gading membantu teman-teman ondeng agar dapat menyebrangi, gading memangku satu-satu teman-teman ondeng.ondeng tidak masuk sekolah hari ini dan bu guru aida dan teman-teman akan menjenguk ondeng.
Suara petir pun datang kembali, ondeng langsung histeris mendengar suara itu. menyebut bapaknya beberapa kali, dan langsung kearah laut menggunakan perahu tanpa sadar terus melaju. Sementara gading mencari ondeng di rumah tetapi tidak ada, dan ada satu warga yang memberitahu gading bahwa ondeng menaiki perahu dengan terus menyebut bapaknya. Gading pun langsung menuju ke arah tersebut dan mengejar ondeng yang membawa perahu itu. Dan pada akhirnya ondeng terjatuh dari perahu , dia tidak bisa berenang akhirnya dia menghembus kan nafas terakhir nya.
Teman-teman ondeng Sangat sedih atas kepergian ondeng. Ondeng yang selalu menunggu nya di jembatan, yang baik hati dan penyayang itu sudah tidak ada lagi di sisi mereka.Bu guru dan pak guru, gading serta Atta yang suka menjahili ondeng merasa sangat sedih dan kehilangan atas kepergian ondeng. Untuk mengabulkan permintaan ondeng, dibangunnya jembatan yang mirip dengan pensil sesuai yang digambarkan oleh ondeng.

2. Nilai ekstrinsik
  • Latar belakang pendidikan 

Dalam film jembatan pensil ini pengarang menggambarkan pendidikan yang utama, banyak yang pengetahuan atau edukasi yang disampaikan serta pembelajaran sifat dan sikap sosial.
  • Latar belakang ekonomi 

Segi ekonomi dari film ini sangat memprihatikan karena mereka dengan seadanya memenuhi kebutuhan hidup dengan mata pencaharian nelayan, terutama dalam biaya sekolah pun sangat kurang.
  • Latar belakang agama 

Dalam film ini agama Islam yang tekankan. Selalu berdoa dan berusaha dalam setiap perbuatan. 
  • Latar belakang sosial budaya 

Film jembatan pensil ini dari segi budaya masih tradisional dan masyarakat nya pun baik dan suka menolong, serta sosialisasi sangat tinggi.


Sinopsis film 

Kisah ini menceritakan tentang pendidikan.Kisah tentang anak yang mempunyai keinginan untuk mewujudkan cita citanya dan salah satu anak dengan keterbatasannya mempunyai semangat yang tinggi untuk meraih cita citanya.
Namanya ondeng dia adalah seorang anak yatim  karena ditinggal ibunya,ondeng mempunyai keterbelakangan mental meskipun begitu dia mempunyai  4 teman yaitu Azka,Yanti , Nia dan inal. Inal juga mempunyai keterbelakangan fisik. Mereka  saling membantu dan saling menyayangi satu sama lain.
Setiap hari dalam perjalanan menuju kesekolah Inal, Yanti, Nia dan Aska harus melewati jembatan yang sudah mulai rapuh akibat tidak pernah lagi di perbaiki.
Mereka bersekolah di SD TOWEA di desa muna di daerah Sulawesi tenggara. Sekolah mereka cukup memprihatinkan karena sekolah tersebut seperti  kandang sapi, yang tidak mempunyai lantai, jendela maupun  pintu . Disekolah tersebut hanya ada satu sang guru yang mengajar mereka. Seorang guru tersebut sabar, dan rela mengorbankan tenaganya untuk mengajar, meskipun tidak di kasih upah sepeserpun. Pada suatu hari Sang Guru menceritakan anaknya yang bernama Aida . Anak sang guru tersebut sudah Lulus sekolah tinggi di Jakarta, dan pulang ke desa muna  lalu akan membantu mengajar di sekolah dasar TOWEA. Anak-anak sangat antusias dan senang mendengarkan cerita sang guru tersebut.
Pada saat perjalanan pulang Aida  ketinggalan kendaraan yang menuju rumahnya, akibatnya dia harus menumpang ke paman yang  bernama pamone yang mau melaut. Mau gak mau
Dia harus mengikuti pamone melaut.
Pamone tersebut ditemani oleh pemuda yang bernama gading.
Sang ibu pun cemas mengkhawatirkan anak nya. Karena tidak ada kabar tentang aida. Dia menyusul aida ke pelabuhan, namun alhasil Aida tidak ada di pelabuhan. Rasa cemas nya pun memuncak, tetapi sang guru pun menenangkan  istrinya itu.
Akhirnya aida pulang dengan ondeng beserta yang lainnya mereka menumpang kendaraan  yang mengarah  jembatan yang biasa ondeng menunggu teman-teman nya menyebrangi sungai. Setiap hari ia lakukan itu karena dia sangat menyayangi temen-temen nya itu.
Pada saat itu teman temannya tiba di jembatan tersebut dan melewati jembatan dengan hati hati. Mereka bertanya siapa yang bersama ondeng, ternyata anak sang guru tersebut, Mereka antusias dan langsung bersalaman.
Setelah itu mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju sekolah. Ternyata sesampai disekolah ada dua orang laki-laki tidur yang  berpakaian seperti preman. Preman tersebut dibangunkan dan mengamuk sambil berkata yang tidak enak tentang sekolah tersebut. Dan guru Aida pun mengusir preman tersebut.setelah itu preman pergi.
Kemudian sang guru yang biasa mengajar sampai di SD Towea dan bertemu dengan anaknya itu, lalu memperkenalkan anak sang  guru tersebut kepada anak-anak.
Setelah itu ada arman Kaka dari atta yang suka jail itu. Kemudian diantarkannya  aida kerumahnya oleh arman. Setelah sampai dirumahnya ibu aida pun sangat senang.
Sementara dirumah ondeng ada ayah dan gading yang suka menamani pamone.
Pamone mengejek gading yang terus menatap ikat rambut kepunyaan bu guru aida, dia akan mengembalikan ikat rambut tersebut ke pemiliknya tetapi tidak tau dimana rumah nya.
Diperjalanan gading membantu pak guru karena pak guru tersebut jatuh dari sepeda.
Sementara itu teman-teman ondeng dalam perjalanan pulang, dan ondeng pun mengantar temannya itu sampe jembatan. Ditengah jembatan tas ondeng jatuh dari tangan ondeng karena dia menolong Inal yang mau jatuh.
Karena hal itu ondeng menangis di depan rumah, mendengar tangisan ondeng bapaknya pun menghampiri ondeng dan memberi motivasi buat ondeng. Tiba-tiba terdengar suara petir membuat ondeng kaget dan memeluk bapaknya. Bapaknya    Langsung menenangkan ondeng.
Sesampai gading di rumah bu guru aida, dia ternyata ibunya guru Aida  tidak begitu suka dengan gading. Aida pun langsung menegur ibu nya itu. Sementara ayahnya kebalikannya dari sifat ibunya, dia begitu baik, dan sepertinya menyukai nelayan itu, begitu pun aida juga tertarik kepada nelayan yang bernama gading itu.
Pada saat bapak ondeng akan pergi melaut, dan berpamitan kepada ondeng untuk pergi melaut sekaligus memberikan uang jajan untuk besok sekolah. Tetapi uang jajan tersebut disimpan buat membuat jembatan untuk teman temannya. Saat bapak ondeng pergi, ondeng pun mengikuti bapaknya itu untuk menerbangkan layang-layang besar ditepi laut, Dia sangat senang sekali. Saat itu ada guru aida datang menghampiri untuk mengembalikan jaket gading yang sudah dipinjam waktu menumpang saat dia mau pulang ke rumahnya. Bapak ondeng menitip pesan buat ondeng untuk selalu  melindunginya dari kesulitan.guru aida pun sudah tau dan pasti akan melindungi nya. 
Seharian bapak ondeng melaut. Dan ondeng pun berdoa semoga bapak nya itu selamat. Setelah selesai berdoa , Tiba tiba ada suara petir yang begitu hebat yang mengakibatkan ondeng
Menangis dan terjatuhlah sebuah foto bapak dan ibunya.Ondeng pun semakin mengkhawatirkan bapak itu yang sedang melaut.
Pagi hari ondeng sudah menunggu bapaknya itu di tepi laut karena sedari malam bapaknya itu belum pulang. Ondeng terus menunggu, dan akhirnya seorang yang selalu mengantar ondeng ke jembatan menyuruh ondeng agar segera berangkat tetapi ondeng masih ingin menunggu bapaknya tersebut. orang itu pun terus membujuk dan akhirnya ondeng mau karena takut kesiangan.
Sesampai di jembatan, ondeng terus memikirkan bapaknya itu, dan akhirnya dia kembali lagi ke tepi laut tersebut . sementara itu teman teman sampai di jembatan heran karena ondeng tidak ada di sana. Sampai disekolah pun ondeng tidak ada. Pak guru dan guru Aida pun bingung mengapa ondeng gak kesekolah.
Ternyata semalam ada gelombang yang mengakibatkan ombak besar dan menghantam perahu bapak ondeng dan gading.dan saat itu ondeng tiba di tepi laut menghampiri orang banyak karena gading hampir pingsan dan ondeng menangis karena bapaknya sudah tiada. Ondeng menangis histeris karena kepergian bapaknya itu. Gading berusaha menenangkan ondeng yang sangat terpukul atas kepergian bapaknya.
Di sekolah ada pak RT yang memberitahu kepada pak guru bahwa ayah ondeng meninggal dunia.setelah itu  pak guru langsung membetahukan kepada anak anak. Dan anak anak pun menangis.pada akhirnya teman-teman ondeng pun menghampiri ondeng yang dari tadi menangis histeris teman- teman itu pun langsung memeluk nya begitu pun pak guru dan guru Aida.
Ondeng dan gading saling berbincang . Ondeng yang begitu sedih atas kehilangan ibunya juga kehilangan bapaknya. Dan gading pun menenangkan dan akan terus menjaga ondeng dari kesulitan, dan akan membiayai semua keperluan ondeng. Suatu hari ondeng pun diajak oleh gading untuk membeli peralatan sekolah karena tasnya yang berisi alat-alat tulis waktu ondeng mengantar temannya melewati jembatan tas ondeng jatuh ke sungai.Ondeng tidak memikirkan tasnya yang terpenting temannya selamat. Ondeng juga dibelikan roti dan kue untuk teman-teman nya.dan bertemu juga dengan bu guru Aida bersama Arman yang sedang belanja juga. Ondeng Sangat senang sekali di belikan alat tulis tersebut.
Setiap hari temen-temen ondeng dalam perjalanan nya kesekolah selalu Melawati jembatan yang rapuh itu. dan ondeng pun selalu menunggu teman-teman nya tersebut.
Ternyata jembatan tersebut saat di lewati oleh teman teman  ondeng, jembatan tersebut tidak tahan lagi dan akhirnya roboh. Teman-teman ondeng pun jatuh ke sungai dan tidak bisa berenang. Ondeng menyelamatkan teman teman nya itu. Dan akhirnya telat untuk mengikuti upacara bendera sesampai di sekolah  langsung hormat ke sang bendera merah putih.
Mereka pun di tanya oleh pak guru dan guru aida mengapa bisa terjadi seperti itu.ditengah mereka menceritakan , atta dan teman-teman menertawakan mereka.
Dan akhirnya pak guru pun memberitahu kepada semua murid bahwa mereka mempunyai semangat tinggi untuk bisa bersekolah dan mereka sudah lebih dulu belajar pada alam sebelum belajar di SD tersebut. Bu guru aida pun mengajak semua anak untuk belajar kepada alam, merekapun  sangat senang.
Mereka diajak keatas bukit untuk melihat pemandangan yang sangat indah dari atas bukit.dan Bu guru aida menyuruh menulis harapan yang ingin dicapai , tetapi alat tulis mereka tidak ada dan ondeng Mempunyai satu pensil dan ondeng pun membelahnya menjadi 4 bagian untuk teman-teman nya.
Keesokan harinya gading dan bu guru aida mengajak mereka menulusuri lukisan yang berada di goa itu dan memberikan pengetahuan tentang lukisan serta memberi motivasi agar tetap semangat dalam menjalani hidup. Dan bu guru aida menyuruh mereka membuat satu keinginan tentang pensil sesuai dengan pemikiran mereka. Satu persatu menyebutkan keinginan mereka, dimulai dari Azka yang ingin menjadi seorang presiden, Yanti ingin menjadi seorang dokter, Nia ingin mendatangkan beasiswa, Inal ingin membanggakan ibunya, dan Ondeng ingin membuat jembatan pensil.
Suatu hari ondeng sakit dia demam dia terus mengucap " jembatan , bantu teman" sampai beberapa kali. Dan akhirnya gading membantu teman-teman ondeng agar dapat menyebrangi, gading memangku satu2 teman-teman ondeng.Ondeng tidak masuk sekolah hari ini dan Bu guru aida dan teman-teman akan menjenguk ondeng.
Suara petir pun datang kembali, ondeng langsung histeris mendengar suara itu. menyebut bapaknya beberapa kali, dan langsung ke laut menggunakan perahu tanpa sadar terus melaju. Sementara gading mencari ondeng di rumah tetapi tidak ada, dan ada satu warga yang memberitahu gading bahwa ondeng menaiki perahu dengan terus menyebut bapaknya. Gading pun langsung menuju ke arah tersebut dan mengejar ondeng yang membawa perahu itu. Dan pada akhirnya ondeng terjatuh dari perahu , dia tidak bisa berenang akhirnya dia menghembus kan nafas terakhir nya.
Teman-teman ondeng Sangat sedih atas kepergian ondeng. Ondeng yang selalu menunggu nya di jembatan, yang baik hati dan penyayang itu sudah tidak ada lagi di sisi mereka.buguru dan pak guru, gading serta atta yang suka menjahili ondeng merasa sangat sedih dan kehilangan atas kepergian ondeng. Untuk mengabulkan permintaan ondeng, dibangunnya jembatan yang mirip dengan pensil sesuai yang digambarkan oleh ondeng.

Berikut link film Jembatan Pensil
https://youtu.be/h9T1Yi1VGDk



Selamat membaca dan menonton 
Jangan lupa commen ya😉






Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI NOVEL CINTA TAK HARUS MEMILIKI

IDENTITAS DAN SINOPSIS NOVEL  Identitas Novel Judul                             : Cinta Tak Harus Memiliki Nama pengarang       : Fredy S Nama penerbit           : Bintang Indonesia, Jakarta Tebal                            : 128 halaman Ukuran                        : 11,5 X 17,5 cm Cetakan                       : Pertama Sinopsis Novel Cinta Tak Harus Memiliki karya Fredy S ini mengangkat cerita tentang seorang pemuda yang namanya Gilang ingin mendapatkan cinta dari seorang gadis yang dicintainya, tetapi tidak bisa memilikinya sebab gadis itu tidak mencintainya , tetapi gadis itu mencintai Pemuda lain. Gadis yang dicintai oleh Gilang itu be...